Postingan

Biarkan Hati Kecil Mu Yang Bergerak (1)

   Bagian 1    Sejak kecil aku sudah memiliki rasa simpati yang sangat besar, namun sayangnya rasa simpati ini belum mampu mendorongku untuk berani menolong orang-orang di sekitarku dengan cepat.    Oke, mari kita lupakan mengenai fakta tersebut sejenak. Liburan semester kali ini aku dan keluargaku berencana untuk menghabiskan waktu kami di Yogyakarta, tempat yang paling sempurna bagiku. Maka dari itu, pagi-pagi sekali kami sudah siap untuk berdiri disini, di Bandara Soekarno-Hatta.     Rasa ngantuk kembali menghantuiku yang tengah terduduk diatas bangku bersama kakakku dan ransel kami masing-masing, nun jauh disana dapat kupastikan ayah dan ibu yang sedang melakukan check in.    "Fiz, kakak ke toilet dulu ya, kamu jangan kemana-mana, sebentar doang kok," kata kak Rizha sembari bangkit dari duduknya.    "Siap, Kak," ucapku cepat. Setelah kak Rizha menghilang ditengah kerumunuan manusia, aku berniat untuk kembali m...

SINOPSIS CERPEN FIRA "Biarkan Hati Kecil Mu Yang Bergerak"

   Selamat membaca!    Fizha, seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang memiliki rasa simpati yang sangat besar, namun belum berani untuk sampai pada tahap empati.    Di liburan semester kali ini Fizha dan keluarganya berencana untuk pergi berlibur ke Daerah Istimewa Yoyakarta. Semuanya berjalan lancar dan normal sesuai rencana, hingga sosok itu manampakan dirinya di depan mata Fizha.    Dengan wajah tertunduk ia menangis. Hal itu langsung membuat perasaan simpati Fizha  membeludak. Alhasil, Fizha pun langsung berlari meninggalkan kerumunan keluarganya yang sedang mengantri untuk melakukan boarding.    Dengan lembut Fizha mengelus pundak anak kecil tadi, sembari menjongkokkan diri, ia menatap wajah anak tersebut. Dan ya!! Fizha terlonjak kaget. Kenapa? Ada apa dengan anak tersebut?    Diamati dari sudut manapun tetap saja ada sesuatu yang berbeda dari anak tersebut. Yang pasti ia bukanlah seorang manusia seper...

Rute Indah Perjalanan Obor Asian Games 2018

     Pada tanggal 17 - 19 Juli 2018, obor Asian Games yang berasal dari India telah tiba di (Api abadi) Mrapen, Simpang Lima, Prambanan, Solo, Yogyakarta. Destinasi berikutnya, yaitu pada tanggal 19 - 21 Juli 2018, Obor dibawa melalui jalur darat dengan melewati Blitar, Bromo, Malang.      Pada tanggal 23 - 24 Juli 2018, obor diajak mengelilingi kawasan Garuda Wisnu Kencana, Gilimanuk, Denpasar Bali. Namun sehari sebelumnya, obor dibawa ke daerah Banyuwangi terlebih dahulu.      Kemudian pada tanggal 25 Juli 2018 obor telah tiba di Mataram. Keesokan harinya, mulai dari tanggal 26 - 28 Juli 2018, obor dibawa menyelam di Raja Ampat. Hari berikutnya, yaitu pada tanggal 28 - 30 Juli 2018 obor telah sampai di Tanjung Bira, Makassar.     Rute obor berikutnya yaitu menuju Banjarmasin, Banda aceh, hingga sampai di Danau Toba pada tanggal 1 Agustus 2018. Setelah itu perjalanan obor dilanjutkan menuju Pekan Baru, Bukit Tinggi, sampai tiba ...

Mr. Agus Salim is Indonesia's hero

     Hello friends, how are you today? I'm fine, now I want to give you an interesting biography about our hero's. Who is he? He is Mr. Agus Salim. He was born on October, 8th, 1884, at Kota Gadang, West Sumatra. He was died on November, 4th, 1954, at Jakarta. Now he had rest in peace at Kalibata Heroes Cemetery, Jakarta.      He was a journalist and also a great diplomat. He was a member of BPUPKI. In his hometown he opened a public school. He has nine childrens, their name were Violet, Theodora, Maria, Yusuf, Islam, Mansur, Sidik, Ahmad, and also Siti. And her wife name is Zainatun Nahar.      There's a very outstanding behavior that we can adopt from Mr. Agus Salim. First,  he was a very humble person not to say arrogant. Second, he was  a role model for all of his students. And the third were, he was also talks many foreign language not just English, and it was very fluently.      So that'...

Alasan Saya Memilih SMA NEGERI 68 Jakarta sebagai batu loncatan masa depan.

     Halo teman - teman, kakak - kakak, dan bapak ibu semua,  selamat datang di blog Shafira Menulis! Tulisan ini merupakan tulisan pertama saya di blog Shafira menulis, maka dari itu ada baiknya agar saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya RR. Shafira Nur Ramadhani, saat ini saya duduk di kelas X IPS 3. Sejak kecil saya sudah menyukai hal - hal yang berhubungan dengan membaca, oleh sebab itu seiring dengan berjalannya waktu jari dan hati saya pun ikut tertarik untuk menulis sebuah cerita.      Allhamdulillah, beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika saya masih duduk di bangku kelas 5 SD, saya telah menluncurkan novel perdana saya yang berjudul "Pancake Vs. Waffle" serial KKPK dari penerbit Dar! Mizan. Saya berharap hal tersebut dapat menjadi awal yang baik bagi masa depan saya, dan ya! Begitu juga dengan SMA Negeri 68 Jakarta. Baiklah, menurut saya cukup sampai disini untuk bagian perkenalan diri, jadi maari kita mulai membahas tem...